Minggu, 14 September 2014

  • 08.26
  • Onesty
Login pada browser dengan alamat klik di sini sebagaimana tampilan gambar berikut
padamu
kemudian cari tombol sebagaimana gambar disamping  dengan cara menggeser scroll bar ke bawah atau gunakan “PgUp” pada keyboard komputer atau laptop atau netbook
tombol
maka akan tampil halaman seperti gambar di bawahi ni
tampilan pencarian pendidik & tenaga kependidikan
Kemudian silahkan isi pada kolom teks sesuai yang dibutuhkan dengan cara:

1. Jika nama yang kita input maka nama ini secara umum tidak bisa secara spesifik ditampilkan karena banyaknya nama yang hampir sama, sekaligus kita harus mengisi nama kabupaten/ kota, tapi itupun jika terdapat nama yang sama dalam 1 kabupaten maka akan ditampilkan nama – nama yang sama tersebut sehingga memilih untuk mencarinya hingga menemukan dan perhatikan NUPTK di bawah nama tersebut atau lihat sekolah di baris nama tersebut.

2. Jika NUPTK yang kita input maka akan langsung data tersebut ditampilkan karena secara dasar NUPTK tidak dimiliki oleh 2 orang atau lebih. sehingga mengisi NUPTK dapat mudah dilakukan meskipun text input dibawahnya tidak diisi.

3. Jika PegId yang kita input hasilnya akan sama seperti ketika menginput NUPTK.
4. Jika menginput pada textinput pertama dengan isian NPSN, maka hasilnya akan menampilkan seluruh PTK di satu Unit kerja yang memiliki NPSN tersebut. sehingga menginput NPSN dalam kolom tersebut sangat mudah dan lebih baik, karena seperti NUPTK tidak ada NPSN yang sama/ kembar atau lebih tanpa menginput Kolom text di bawahnya.

Semoga bermanfaat

Jumat, 12 September 2014

  • 22.09
  • Onesty
himbauan1
  • 15.28
  • Onesty
adv-kitab-padamu-smal

Kamis, 04 September 2014

Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru.

Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.

Sumber
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
“Jangan ganggu adik, nanti Mama/Papa marah!”

Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!”

Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.

Sumber

Unordered List

Sample Text

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Verval SP

Japodadik

Sireal

Lapor BOS

Sirkas

Sirkas
Link Sirkas

PUPNS

PUPNS
Link PUPNS

Peta

Haram Merokok

Haram Merokok

e-Formasi

e-Formasi
Link e-Formasi

Daftar Blog Saya

Data Referensi

GIS

PIP

VIP

NISN

Verval PD

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Video

ini sumber lhoo