Selasa, 21 Januari 2014

    عن عبد الوهاب ابن الورد عن رجل من أهل المدينة قال : كتب معاوية إلى عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها أن اكتبي إلي كتابا توصيني فيه ولا تكثري علي فكتبت عائشة رضي الله عنها إلى معاوية سلام عليك أما بعد فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول من التمس رضاء الله بسخط الناس كفاه الله مؤنة الناس ومن التمس رضاء الناس بسخط الله وكله الله إلى الناس والسلام عليك
    Artinya:
    Dari ‘Abdul Wahaab bin Al Wirdh, dari seseorang diantara penghuni Madinah berkata, “Mu’awiyyah رضي الله عنه telah menulis kepada ‘Aa’isyah رضي الله عنها (ummul mu’minin) :
    “Tulislah padaku suatu tulisan yang didalamnya engkau menasehatiku dan jangan engkau perbanyak.”
    Maka ‘Aa’isyah رضي الله عنها pun menulis kepada Mu’awiyyah رضي الله عنه
    “Selamat atasmu:

    Amma Ba’du,
    Sungguh aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa mencari ridho Allooh سبحانه وتعالى dengan kemurkaan manusia, maka Allooh سبحانه وتعالى akan cukupkan dia dari beban manusia. Dan barangsiapa yang mencari ridho manusia dengan murka Allooh سبحانه وتعالى, maka Allooh سبحانه وتعالى akan membiarkan dia tergantung pada manusia.
    Wassalamu’alaika.”
    (Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 2414, di-shohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله)

Minggu, 19 Januari 2014

"Maka hendaklah bagi para penuntut ilmu untuk,
1. Mencurahkan tenaganya dalam memperbanyak ilmu.
2. Bersabar menghadapi tantangan dalam menuntut ilmu
3. Mengikhlaskan niat karena Alloh untuk menggapai ilmunya secara Nash ataupun istinbath (menggali hukum).
4. Berdo'a mengharapkan pertolongan Alloh, karena tidak mungkin meraih kebaikan kecuali dengan pertolongan-Nya".

(ar-Risalah Karya Imam Syafi'i hal. 19)

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya 
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?”
Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.


Inilah jawabannya;
1.      Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2.   Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3.      Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

  1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
  4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
  10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
  12. 12.   Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.


Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya.
Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1.        Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2.        Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3.        Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4.        Ada orang tua yang malah marah-marah karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5.        dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, Sekolah-sekolah dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan Moral pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak-anak yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik, Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... ..mau ?

Salam syukur penuh berkah...

sumber

Kamis, 16 Januari 2014

  • 00.37
  • Onesty

Karya R. Sarjono
SELAMAT PAGI PAK
selamat pagi bu
ucap anak sekolah dengan sapaan palsu

lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku - buku palsu
di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu

karena tak cukup nilai maka berdatanganlah mereka ke rumah - rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan  rasa hormat palsu

sambil tersipu palsu dan membuat tolakan - tolakan palsu 

akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu

sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai - nilai palsu dengan nilai - nilai palsu yang baru.
masa sekolah 

demi masa sekolah berlalu
merekapun lahir sebagai ekonom - ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu 

sebagian menjadi guru ilmuwan atau seniman palsu
dengan giarah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu

mereka saksikan ramainya perniagan palsu dengan expor dan impor  paslu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu

da...n bank - bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah - hdiah palsu
tapi diam - diam juga meminjaman pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank - bank negeri yang dijaga pejabat - pejabat palsu

masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu 

maka uang - uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu

lalu orang - orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan - gasgasan palsu di tengah - tengah seminar dan dialog - dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu 
yang berkibar - kibar begitu nyaring dan palsu.


ditulis 1998.
  • 00.30
  • Onesty
Karya R. Sarjono
SELAMAT PAGI PAK
selamat pagi bu
ucap anak sekolah dengan sapaan palsu
lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku - buku palsu
di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu
karena tak cukup nilai maka berdatanganlah mereka ke rumah - rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan  rasa hormat palsu
sambil tersipu palsu dan membuat tolakan - tolakan palsu
akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu
sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai - nilai palsu dengan nilai - nilai palsu yang baru.
masa sekolah
demi masa sekolah berlalu
merekapun lahir sebagai ekonom - ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu
sebagian menjadi guru ilmuwan atau seniman palsu
dengan giarah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu
mereka saksikan ramainya perniagan palsu dengan expor dan impor  paslu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu
da...n bank - bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah - hdiah palsu
tapi diam - diam juga meminjaman pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank - bank negeri yang dijaga pejabat - pejabat palsu
masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu
maka uang - uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu
lalu orang - orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan - gasgasan palsu di tengah - tengah seminar dan dialog - dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu
yang berkibar - kibar begitu nyaring dan palsu.
ditulis 1998.

Unordered List

Sample Text

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Verval SP

Japodadik

Sireal

Lapor BOS

Sirkas

Sirkas
Link Sirkas

PUPNS

PUPNS
Link PUPNS

Peta

Haram Merokok

Haram Merokok

e-Formasi

e-Formasi
Link e-Formasi

Daftar Blog Saya

Data Referensi

GIS

PIP

VIP

NISN

Verval PD

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Video

ini sumber lhoo